Oleh: teguh triwiyanto | Januari 24, 2008

Misteri Soliter:Dimana Eksistensi Kita?

Namun, aku yakin masih ada joker yang berkeliaran di dunia ini. Ia akan membuat dunia tak pernah beristirahat. Kapanpun-dan dimanapun-si tolol kurcaci itu akan berjingkrak-jingkrak dengan telinga keledainya yang panjang dan lonceng-loncengnya yang bergemerincing. Ia akan menatap sepasang matamu dalam-dalam dan bertanya padamu dalam hening di malam sunyi: Siapakah kau? Dari manakah kau berasal?

Jostein Gaarder, begitu mengakhiri novel Misteri Soliter, mendesakkan pertanyaan filosofis yang sulit di jawab, tapi menantang untuk menyelaminya. Teritori penciptaan digambarkan begitu dramatis, hening, dan ternyata misteri pencipta sangat dekat dengan yang diciptakan. Diskusi teologi-tentang penciptaan-menjadi sederhana dan mudah dikunyah. Sosok-sosok kartu remi menjadi sebuah makhluk-kurcaci- setelah keluar dari pikiran pelaut kesepian-pemain soliter-menjadi semacam penanda proses penciptaan oleh Tuhan. Proses penciptaan Adam melewati fase kehendak oleh Tuhan. Tapi, apakah kurcaci tercipta melewati kehendak Frode?

Bagian penciptaan kurcaci absurd diceritakan dalam novel ini. Kurcaci-kurcaci berlompatan keluar dari pikiran Frode-yang dipenuhi gambar-gambar kartu remi-dan menjadi individu yang bereksistensi. Kurcaci ditandai olehnya. Kurcaci dikendalikan. Absurditas penciptaan tampak pada eksistensi joker. Joker tiba-tiba muncul. Joker tidak bisa dikendalikan. Kurcaci ciptaan Frode tidak bisa dikendalikan, termasuk oleh Frode-sang pencipta. Dimana eksistensi sang pencipta? Atau mungkin segaris dengan pernyataan ayah Hans Thomas.

“Mungkin Ia takut saat melihat apa yang telah diciptakan-Nya. Jadi Ia lari dari segalanya. Tidak mudah mengatakan siapakah yang rasa takutnya paling besar; makhluk yang diciptakan atau sang pencipta. Kupikir proses penciptaan menakutkan keduanya. Tapi, setidaknya Dia menandai adikarya-Nya itu sebelum pergi meninggalkannya.”

Eksistensi orang lain merupakan ancaman bagi eksistensi kita.

Misteri Soliter menjadi jembatan menuju berbagai macam pertanyaan eksistensial, pertanyaan yang sering diajukan Sartre, Kierkegard, Nietzche, dll. Novel ini menjanjikan bagi pencinta sastra filosofis untuk menyelam dipalung penciptaan dan eksistensi manusia. Sebab jangan-jangan kehidupan kita sebenarnya selalu diikuti oleh joker.

Joker membuat eksistensi kita-sebagai manusia-terancam. Joker selalu bisa masuk pada wilayah dimanapun dan waktu kapanpun.


Tanggapan

  1. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah. Salam!

    http://lintasberita.com/Lokal/Misteri_SoliterDimana_Eksistensi_Kita/


Beri tanggapan

Your response:

Kategori