Hari ini, kelas XII SMA/MA/SMK, menghadapi ujian nasional. Hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan sebelumnya siswa, guru, bimbingan belajar privat, berjibaku mendorong kelulusan. Tampaknya semua ditentukan hari ini?
Pendidikan telah direduksi hanya dalam hitungan hari, mungkin hitungan jam, untuk menilai keberhasilan atau kegagalan proses pembelajaran. Pengalaman pembelajaran selama dari kelas X, bagi siswa SMA, menjadi lenyap seketika saat berhadapan dengan ujian nasional. Benarkah variabel pendidikan ditentukan oleh kelulusan dalam ujian nasional?
Genarasi Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka lahir dari rahim pendidikan kolonial. Mungkin kakek-nenek ita menikmati pendidikan kolonial. Beliau-beliau merupakan sosok-sok yang mau bekerja keras, tanpa pamrih, bahkan sampai titik darah terakhir. Tan Malaka yang sosoknya tergerus politik sejarah pun hampir-hamopir tidak pernah mempersoalkan perjuangan ketika terjadi perlawanan terhadap Belanda 1926. Mereka ikhlas. Hari ini keluarga Sukarno akan menjual rumah peninggalan mantan presiden tersebut di blitar karena kekurangan biaya perawatan. Terus dimana peran peran pemerintah yang telah menjadikan rumah tersebut cagar budaya?
Suharto lahir, Megawati, Abdurahman Wahid, SBY, Kalla, genrasi produk pendidikan pribumi. Mereka semua pemimpin negeri ini. Apa yang membedakan karektarnya dengan generasi Sukarno yang notabena alumni pendidikan kolonial? Adakah mereka telah mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok atau partainya? Apakah Suharto tidak berfikir telah menyisihkan berapa ribu orang dari dunia untuk melanggangkan kekauasaan, adakah GD sedikit memberikan ruang kepada mereka yang berbeda pendapat dengannya, apakah Megawati ketika di tampuk kekuasaan berbicara tentang kasus 27 Juli, adakah SBY-JK peduli dengan nasib pengungsi Laapindo yang menolak ganti rugi?
Mari berfikir tentang nasib anak-naka yang sedang mengikuti ujian nasional hari ini. Di mana posisi karakter pribadi meraka 20 – 30 tahun ke depan? Apakah variabel ujian nasional memadai?










Pak masih inget ga ma aku reonian lagi yukk pa…
Oleh: Sinta on Mei 3, 2008
at 2:27 pm
Pak kenalan dong …
Oleh: Santi on Mei 20, 2008
at 5:59 am
Ass pak.. Teguh
Aq seneng baca tulisan2… Yg byk lg ya.. Ayah
Oleh: Novi on Juni 26, 2008
at 12:51 pm