Saya sebenarnya miris, lihat opini kompas hari ini, Merombak dan Menjebol Watak (Mohamad Sobary), persoalan Kejaksaan Agung yang centang perenang menjadi titik diskusi. Jaksa Agung Hendarman Supanji mengeluhkan kewibawaan dan kredibilitas Kejaksaan Agung, rontok. Mohamad Sobary balik bertannya, bahwa sejak Orde Baru, hingga hari ini, Kejaksaan Agung tak pernah -mungkin belum-punya kewibawaan maupun kredibilitas. Jadi apanya yang rontok dan kapan?
Saya memahami kegeraman Kang Sobary dan saya kira tidak akan jauh berbeda dengan pendapat rakyat kebanyakan. Mungkin Kang Sobary akan semakin geram begitu tahu bahwa Ayin masih punya kesempatan membuat skenario di pengadilan dengan Urip Tri Gunawan di balik terali besi. Muladi menyebutnya sebagai penyakit PMS atau penyakit menular masa lalu untuk menggambarkan kondisi rusaknya mental pejabat.
Sebenarnya mudah saja bagi saya untuk menyelesaikan persoalan ini, tinggal potong kaum tua di Kejaksaaan Agung, pecat semua ganti dengan yang baru. Semua pejabat di Kejaksaan Agung secara moral harus mau bertanggung jawab terhadap persoalan ini, tidak sekedar berkeluh kesah dan merasa terpojok. Terpojok dan “diserangnya” Kejaksaaan Agung, terutama oleh media, bukan karena kesalahan media. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Siapa bermain air siap-siaplah basah.
Rakyat Indonesia sudah lelah menunggu sedikit perubahan sebagai buah reformasi, bukan malah mempertontonkan ketidakadilan yang dilakukan oleh lembaga peradilan, sekali lagi lembaga bukan pribadi. Kenapa saya menyebut lembaga, sebab beberapa nama di Kejaksaaan Agung terindikasi terlibat, beberapa orang, bukan satu dan ini adalah lembaga.
Mari kita kubur ingatan kita tentang watak arif orang semakin tua semakin bijaksana. Generasi tua di Kejaksaan Agung hanya sekelompok orang yang akan memapankan posisi, kepentingan, dan kekuasaannya. Kita tidak mungkin berharap banyak dengan sosok-sosok tua seperti itu. Sosok yang mungkin tidak akan memilki jiwa progresif revolusioner. Sebuah jiwa yang akan memberangus ketidakadilan. Hanya pada sosok-sosk muda saya berharap banyak.










mudah-mudahan penegak hukum menjadi lebih baik lagi
Oleh: dade on Juli 19, 2008
at 11:37 am
seharunya para pemimpin memberi contoh, bukan sebaliknya.
Oleh: eka on Juli 23, 2008
at 7:37 am
Dah pda ktangkap lg tuh?
Malu nggak ya mereka…
Ato malah seneng nambah terkenal, ngalahin gosip artis. Ayin nanti tambah mantep lg tuh make up nya…
Oleh: Novi on Agustus 10, 2008
at 4:44 pm