nevatera

Ikon

sekedar berterima kasih kepada dunia

Paradoks Pendidikan

Teguh Triwiyanto. Demokrasi bukanlah sebuah ruang hampa dan sistem ideal, didalamnya mengandung paradoks. Eksperimentasi demokrasi di Indonesia berjalan panjang semenjak negeri ini diproklamasikan. Sepanjang itu pula praktek demokratisasi pendidikan berjalan, naik turun sesuai suhu politik yang Baca entri selengkapnya »

Filed under: Budaya

RAHIM PENDIDIKAN

 

Hiruk pikuk pemilihan presiden mulai dirasakan, tidak terkecuali pemilihan kepala daerah menambah gegap gempita suasana. Iklan bermunculan di media cetak dan elektronik Baca entri selengkapnya »

Filed under: Budaya

Di Mana Kau Tan Malaka?

Hari ini, kelas XII SMA/MA/SMK, menghadapi ujian nasional. Hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan sebelumnya siswa, guru, bimbingan belajar privat, berjibaku mendorong kelulusan. Tampaknya semua ditentukan hari ini?

Pendidikan telah direduksi hanya dalam hitungan hari, mungkin hitungan jam, untuk menilai keberhasilan atau kegagalan proses pembelajaran. Pengalaman pembelajaran selama dari kelas X, bagi siswa SMA, menjadi lenyap seketika saat berhadapan dengan ujian nasional. Benarkah variabel pendidikan ditentukan oleh kelulusan dalam ujian nasional?

Genarasi Sukarno, Hatta, Syahrir, Tan Malaka lahir dari rahim pendidikan kolonial. Mungkin kakek-nenek ita menikmati pendidikan kolonial. Beliau-beliau merupakan sosok-sok yang mau bekerja keras, tanpa pamrih, bahkan sampai titik darah terakhir. Tan Malaka yang sosoknya tergerus politik sejarah pun hampir-hamopir tidak pernah mempersoalkan perjuangan ketika terjadi perlawanan terhadap Belanda 1926. Mereka ikhlas. Hari ini keluarga Sukarno akan menjual rumah peninggalan mantan presiden tersebut di blitar karena kekurangan biaya perawatan. Terus dimana peran peran pemerintah yang telah menjadikan rumah tersebut cagar budaya?

Suharto lahir, Megawati, Abdurahman Wahid, SBY, Kalla, genrasi produk pendidikan pribumi. Mereka semua pemimpin negeri ini. Apa yang membedakan karektarnya dengan generasi Sukarno yang notabena alumni pendidikan kolonial? Adakah mereka telah mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok atau partainya? Apakah Suharto tidak berfikir telah menyisihkan berapa ribu orang dari dunia untuk melanggangkan kekauasaan, adakah GD sedikit memberikan ruang kepada mereka yang berbeda pendapat dengannya, apakah Megawati ketika di tampuk kekuasaan berbicara tentang kasus 27 Juli, adakah SBY-JK peduli dengan nasib pengungsi Laapindo yang menolak ganti rugi?

Mari berfikir tentang nasib anak-naka yang sedang mengikuti ujian nasional hari ini. Di mana posisi karakter pribadi meraka 20 – 30 tahun ke depan? Apakah variabel ujian nasional memadai?

Filed under: Budaya

POTONG APBN-P VS KUALITAS PENDIKAN

Penelitian ini sedikit akan menggambarkan bagaimana variabel biaya berpengaruh terhadap capaian proses pendidikan dan pada gilirannya output pendiidikan.

Variabel input biaya pendidikan yang meliputi biaya pengadaan alat-alat pelajaran, biaya pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan, biaya pengadaan prasarana pendidikan, dan biaya pembinaan kegiatan peserta didik (extracuriculer) memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap tingkat efisiensi proses pendidikan. Variabel proses pendidikan meliputi penguasaan bahan pendidik, kemampuan verbal pendidik, jam efektif mengajar pendidik, dan intensitas pemakaian perpustakaan. Biaya pengelolaan lembaga pendidikan memiliki hubungan tidak signifikan terhadap tingkat efisiensi internal proses pendidikan.

Jumlah pengeluaran biaya untuk penyelenggaraan pendidikaan sebagian besar dipergunakan untuk gaji/kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan (80.47%). Pengeluaran  terbesar setelah gaji, yaitu pengadaan sarana pendidikan (7.46%). Pengeluaran yang cukup besar, yaitu biaya pembinaan professional (4.32%), biaya pengelolaan lembaga pendidikan (3.91%), pengadaan alat-alat pelajaran (2.55%), dan biaya pemeliharaan sarana pendidikan (1.05%). Pengeluaran biaya pendidikan paling kecil, yaitu untuk pembinaan peserta didik (0.24%).

Biaya pengelolaan lembaga pendidikan mempunyai MRTS yang paling tinggii untuk meningkatkan pencapaian efisiensi internal proses pendidikan dan biaya pembinaan kegiatan peserta didik mempunyai MRTS yang tertinggi meningkatkan pencapaian efisiensi internal output pendidikan. Jika dibandingakn alokasi biaya, maka tampak bahwa alokasi biaya tidak tepat sasaran. Menaikkan biaya pengelolaan lembaga pendidikan dan menaikkan biaya pembinaan peserta didik akan menaikkan pencapaian efisiensi internal dan efisiensi output pendidikan.

Tulisan sejalan dengan temuan penelitian Fuller dan Clarke (McMahon.,et al., 2001:42) dan Fattah (2000:130) pada tingkat pendidikan dasar yang  menemukan input-input berikut yang memiliki pengaruh yang sangat signifikan pada prestasi yaitu antara lain: biaya pengadaan bahan pelajaran, biaya pembinaan siswa, dan biaya pengelolaan sekolah.

Nurhadi (1993:4) menyatakan efisiensi dalam proses pendidikan akan dicapai apabila produk pendidikan yang telah ditetapkan itu dapat dicapai dengan biaya (input) yang minimal, atau produk pendidikan yang diperoleh secara maksimal didapat dengan biaya (input) yang telah ditetapkan.

Nah, biaya pendiidkan yang sudah kecil; dipotong 15 persen, biaya gaji dimasukkan dalam 20 persen alokasi APBN. Kenapa bukan sektor lain yang dipotong?

Filed under: Budaya

Flickr Photos

MY FIRST ASAKUSA

Pencil Vs Camera - 66

More Photos

Donkey Kong Games

Get the Donkey Kong widget and many other great free widgets at Widgetbox!

Blog Stats

  • 8,677 hits

technorati.com

Add to Technorati Favorites
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.